Jumat, Oktober 31, 2008

Warna "Buta Warna" Terapi Warna

oleh: FG Winarno


MASYARAKAT di zaman purbakala telah melakukan berbagai percobaan dalam memproduksi warna alami dari berbagai sumber, seperti, kulit kerang, serangga, bunga, akar-akaran, dan kulit kayu. Dinding gua mereka lukis dengan berbagai jenis binatang, menggunakan berbagai warna yang awet dan tidak luntur hingga saat ini.
MEREKA suka meniru binatang dengan cara mengecat tubuhnya untuk memberi kesan agresif atau untuk menyamarkan diri mereka menghadapi bahaya, atau untuk menarik perhatian lawan jenis kelaminnya.

Pigmen (zat warna alami) yang terpenting saat itu adalah warna: purple, safron, dan ultramarine. Saat itu, berdasarkan beratnya, pigmen tersebut dihargai sebagai emas. Kota-kota kuno dibangun berdasarkan kiblat keberuntungan atau fortune , dibuat sebagian dari warna purple (dye) yang diekstraksi dari moluska.
Para pakar filosofi, seniman, musikus, dan ilmuwan telah lama berdebat mengenai sifat alamiah warna. Lebih dari seribu tahun para ahli astrologi telah mengajarkan bahwa sinar Matahari yang "berwarna putih" tersebut sebetulnya terdiri dari seluruh jenis warna. Matahari dipuja sebagai dewa surya dan merupakan sumber kehidupan satu-satunya, yang menguasai kedelapan badan celestial body, di mana setiap celestial body hanya memancarkan satu warna murni ke Bumi, yang bermanfaat bagi arah dan kehidupan setiap makhluk hidup.

Sejak zaman dahulu, warna erat kaitannya dengan batu pualam (germstones), seperti misalnya cat's eye, hessonite, coral, sapphire, pearl, emerald, yellow saphir, intan, dan rubby.
Dari dunia Barat tradisional, khususnya Aristoteles, percaya bahwa semua warna dapat diciptakan hanya dengan menggunakan campuran dua warna, yaitu hitam dan putih.
Bahkan, Leonardo Da Vinci tidak dapat menjelaskan bahwa di dunia hanya terdapat enam atau delapan warna primer. Di tahun 1613, seorang Pastor Jesuit, Francois d' Aguilon, menyatakan bahwa sebetulnya hanya ada tiga warna dasar, yaitu: merah, kuning, dan biru. Bila warna-warna tersebut digabung dengan warna putih dan hitam dapat diciptakan semua jenis warna.
Di tahun 1672, Sir Isaac Newton mengungkapkan pendapatnya di depan umum, bahwa bila suatu berkas sinar putih dilalukan ke dalam suatu prisma, sinar tersebut dapat diuraikan menjadi semua warna visible dalam bentuk suatu spektrum warna, dan sinar-sinar tersebut dapat digabung kembali menjadi warna putih lagi. Penemuan tersebut telah mendorong terciptanya bidang optik modern.

1907, Limiere bersaudara dari Paris menutupi pelat film dengan butir kecil pati kentang yang diberi warna. Mulai saat itu fotografi berwarna berkembang pesat; dan kemudian secara bertahap teknologi televisi berwarna yang masih kasar telah lahir, dan penemuan itu telah didemonstrasikan di London pada tahun 1928, di mana saat ini mampu memancarkan gambar warna yang menghiasi suatu ruangan keluarga modern.
Ditemukannya pengaruh psikologi oleh beberapa jenis warna, maka para ahli pemasaran telah dengan cerdiknya memanipulasi konsumen dengan kemajuan teknologi terkini, baik untuk kosmetika, fashion, dan bahkan sampai warna mobil serta warna kamar senantiasa baru. Komputer kini sedang dikembangkan cara pencarian warna yang diinginkan sesuai berbagai tujuan.

Peran warna
Peran warna merah di bidang pertanian. Dr Michael Kasperbauer, seorang pakar dan peneliti terkemuka di bidang agronomi atau budidaya pertanian, telah meneliti peran warna merah pada tanaman. Bidang penelitiannya terfokus pada pengaruh warna film plastik yang digunakan sebagai "mulch" penutup lahan pertanian tanaman tomat. Hasilnya sangat menarik untuk disimak, yaitu sebagai berikut.
Mulch dari film plastik (PVC) yang berwarna merah menyala sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman tomat. Tanaman tampaknya mampu "melihat" warna jauh lebih baik dari penglihatan manusia. Bagi tanaman, mulch yang berwarna merah mampu mengeluarkan signal yang meningkatkan pertumbuhan akar tanaman tomat. Akar tanaman tersebut menjadi jauh lebih lebat dengan buah yang dihasilkan jauh lebih besar dan matang lebih awal.
Peran warna merah pada manusia dan binatang. Di banyak spesies binatang, termasuk manusia, warna merah akan mempercepat laju denyut jantung dan menyebabkan keluarnya hormon adrenalin. Para pria (menurut hasil survei di Amerika Serikat (AS)) sebagian besar akan merespons secara kuat terhadap warna merah dengan campuran sedikit warna kuning, sedang para wanitanya lebih menyukai sedikit warna biru yang berlandaskan warna merah (blue-based reds). Karena alasan tersebut, maka bibir yang dipulas dengan lipstk warna merah, konon lebih merangsang para pria dibanding yang berwarna ungu atau hitam.

Warna merah pada ayam. Dalam suatu kandang ternak ayam, khususnya ayam ras, bila ada ayam kulitnya berdarah, maka teman-temannya akan saling berebutan mematok bagian kulit yang berdarah tersebut sampai babak belur, dan kadang-kadang sampai ayam tersebut tak berdaya lagi. Ternyata warna darah merah mengganggu peternakan ayam.
Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti unggas di AS telah berhasil, yaitu dengan memasang kontak lens pada 100.000 unggas, yang mampu mencegah ayam melihat warna merah darah, sehingga mampu mencegah ayam dalam kandang saling membunuh. Tidak dijelaskan berapa harga kontak lens ayam tersebut. Di Indonesia, kontak lens lebih banyak dipakai para selebritis, sehingga ayam-ayam di Indonesia harus menunggu waktu lama untuk mendapat giliran memakai kontak lens.

Warna merah pada restoran "fast food". Berbagai fast foods chains restaurant atau coffee shop di dunia telah banyak menggunakan warna merah pada dinding dan dekorasi internalnya. Warna merah relatif lebih cepat menarik perhatian, dan konon menurut ahli gastronomi dan para konsultan restoran terkemuka di dunia, warna merah dapat merangsang perut sehingga menjadi lapar, dan setelah kenyang memberi signal agar cepat-cepat meninggalkan tempat. Hal ini penting agar jumlah tempat duduk yang tersedia dapat cepat-cepat diganti oleh pengunjung lain.
Red tape: merupakan hambatan urusan perkantoran milik pemerintah. Di Indonesia terkenal banyaknya "amplop" yang harus ditinggalkan di setiap meja tahap pengurusan. Sebetulnya red tape telah berkembang di Inggris, yang artinya sebagai beurocratice complications. Saat itu surat-surat penting yang harus "cepat diproses" dengan jalur khusus diikat dengan suatu pita yang berwarna merah. Di Indonesia, rasanya kalau praktik di Inggris diterapkan, maka kantor-kantor akan penuh dengan pita merah atau red tape.
Warna merah. Japanese Doll (Hina Dolls) yang dipasang selama Girls Day Festival ternyata sangat mahal harganya, sekitar 25.000 dollar AS sebuah. Warna merah bibir doll tersebut digunakan cochineal yang telah berumur 50 tahun.
Warna kuning. Warna ini banyak digunakan untuk berbagai jenis makanan di dunia maupun di Indonesia, di antaranya keju swiss, cheddar, dan gouda, getuk lindri, dan nasi kuning. Biji anato merupakan sumber pigmen kuning bagi keju maupun mentega.
Beberapa orang sangat rewel mengenai warna kuning telor, khususnya masyarakat Eropa, terutama masyarakat Jerman. Warna kuning telor yang mereka senangi adalah warna kuning jingga keemasan. Untuk memuaskan konsumen tersebut, peternak ayam petelur telah memberi pakan unggasnya dengan daun bunga marigold dan cabe merah untuk mencerahkan warna kuning telur.

Beberapa minggu yang lalu penulis menerima kiriman enam butir telur ayam dari Papua, yang kuning telurnya berwarna jingga menyala. Warna yang indah tersebut diperoleh dengan pemberian pakan ayam dibubuhi dengan minyak "buah merah". Wah, tampaknya hal itu dapat dikembangkan sebagai potensi ekspor telur ke Jerman.
Pigmen dengan warna kuning keemasan saffron digunakan untuk mewarnai beras atau nasi. Risoto beras/nasi Milanese yang berwarna kuning alamiah tersebut diperoleh dari stigma bunga Crocus sativus, salah satu rempah-rempah termahal di dunia. Sekitar 14.000 stigma diperlukan hanya untuk menghasilkan satu ons saffron.
Di berbagai tembok rumah sakit, demikian juga di rumah keluarga, sering digunakan warna kuning muda, karena warna tersebut menimbulkan atau meningkatkan perasaan senang.
Kalau seseorang ingin melakukan pertemuan bisnis, sebaiknya ia membayangkan sebuah warna ungu dalam benaknya, konsentrasikan pada cahaya ungu, atau seluruh ruangan dianggap berwarna ungu. Karena, warna ungu berkaitan dengan uang atau mendatangkan uang.
Warna hitam

Warna hitam legam, dalam bentuk tinta lengket yang banyak digunakan oleh Calligraphers Jepang, yang disebut Sumi, dapat ditelusuri kembali asal usulnya, yaitu paling sedikit tiga abad yang telah silam dari Cina daratan, yang mereka buat dengan pembakaran pine (cemara).
The Kobaien Company, sebuah perusahaan keluarga yang telah berumur 15 tahun, yang berdomisili di Nara, Jepang, adalah perusahaan yang memproduksi seperempat dari total sumi di Jepang. Setiap dua jam sekali petugas memasuki suatu ruang yang pengap dengan udara hitam berminyak jelaga (fog) hasil pembakaran minyak rapeseed dari lampu teplok. Dan, dari tutup lampu teplok tersebut dikerok sehingga dapat dihasilkan jelaga yang hitam kelam. Jelaga tersebut kemudian dicampur dengan lem kulit sapi (kak) sebagai perekat, dan kemudian diberi parfum untuk memberi rangsangan nikmat bagi penggunanya.
Campuran tersebut digiling dan kemudian dicetak dalam bentuk batangan dengan dekorasi yang telah didisain dengan cermat. Sumi hanya diproduksi di musim dingin, karena lemnya akan rusak di musim panas.
Gofun: Warna putih yang paling putih
Kulit kerang Oyster merupakan sumber warna putih alami yang stabil dan pekat. Kulit kerang Oyster tersebut sebelumnya diperam paling sedikit selama 20 tahun di halaman rumah atau pabrik.

Buta warna
"Buta warna" merupakan "penyakit" keturunan yang terekspresi para pria, tetapi tidak pada wanita. Wanita secara genitis sebagai carrier. Istilah buta warna atau colour blind sebetulnya salah pengertian dan menyesatkan, karena seorang penderita "buta warna" tidak buta terhadap seluruh warna. Akan lebih tepat bila disebut gejala defisiensi daya melihat warna tertentu saja atau colour vision difiency.
Seseorang yang menderita difisiensi penglihatan warna tersebut otaknya tidak mampu menerima beberapa jenis warna secara normal. Tidak semua penderitanya mengalami masalah dan sifat-sifat yang sama. Secara umum dan pasti dapat dinyatakan bahwa defisiensi penglihatan warna tidak berarti buta terhadap segala warna. Yang sebenarnya terjadi adalah reseptor mata mereka sering terkecoh (confuse) terhadap warna yang mereka pandang.
Pada umumnya, terjadinya "buta warna" disebabkan oleh adanya reseptor warna dalam retina mata yang kurang berfungsi secara normal (mal function). Pada dasarnya, di dalam retina mata kita terdapat tiga tipe/jenis reseptor warna, yaitu merah, biru, dan hijau. Anomali warna terjadi sebagai hasil akibat kekurangan satu atau lebih dari reseptor warna tersebut.
Di dalam kehidupan manusia, ada yang mengalami beberapa jenis defisiensi warna. Beberapa orang hanya dapat mendeteksi beberapa jenis warna tertentu, sedang dalam kondisi yang sangat payah, beberapa penderita hanya mampu melihat hitam dan putih saja, yang disebut monochronat. Untungnya, kondisi tersebut merupakan kasus yang sangat jarang terjadi, kira-kira peluang terjadinya pada satu orang per tiga juta orang.
Seorang yang memiliki defisiensi warna merah disebut Protan, sedang yang memiliki defisiensi warna hijau atau biru disebut berturut-turut sebagai Deutan dan Tristan. Sebagian besar cacat persepsi warna berkisar pada defisiensi warna merah atau hijau, namun kadang-kadang juga dapat terjadi pada seorang pasien cacat kedua-duanya.
"Buta warna" biasanya dapat didiagnosa melalui uji klinis. Penderita harus terbiasa dengan keadaan tersebut, karena hal itu akan diderita selama hidupnya. Berbagai hambatan bagi para "buta warna", karena mereka biasanya tidak dapat menjadi pilot kapal terbang, dokter, dan ahli fotografi, di mana penglihatan warna yang akurat merupakan faktor yang paling esensial.
Penderita "buta warna" tidak pernah dapat mengutarakan warna sesuatu yang sebenarnya, karena tidak pernah tercatat dalam benak mereka dalam hidupnya. Apa yang kita lihat merupakan persepsi terhadap apa yang telah diajarkan atau apa yang telah kita alami. Untuk mengetahui warna apa pasien buta warna melihat, pakar optician David Harris telah memasukkan ke dalam komputernya suatu foto hitam dan putih. Untuk mencoba mencocokkan warna aslinya, Harris telah berhasil menyeimbangkan lensa-lensa yang memiliki filter warna khusus, yang memungkinkan pasien melakukan interpretasi kembali warna sehingga meningkatkan kemampuannya melihat warna. Suatu saat penemuan Harris ini akan dapat "menyembuhkan" pasien buta warna.

Terapi warna
Terapi warna kini merupakan tren baru dalam masyarakat modern. Hal itu khususnya telah berkembang dengan cepat di berbagai pusat industri kosmetik di Amerika Serikat, Eropa, serta Jepang. Tujuan terapi warna biasanya dilakukan untuk menghalau kemurungan, dan mempertajam fokus.
Menurut The Sunday Times (Juli 2002), setiap bayangan pada warna pelangi mempunyai tingkat getaran yang berbeda, maka warna dapat menyeimbangkan atau merangsang tujuh pusat energi di tubuh manusia yang disebut cakra.
Secara umum, warna merah meningkatkan energi, warna kuning mengikis stres, dan warna hijau selalu berhubungan dengan kesehatan jantung. Menurut Eric Sage, pakar color therapy, seseorang yang sedang tidak sehat atau tidak dalam kondisi prima biasanya disebabkan karena tidak adanya keseimbangan antarpusat energi cakra dalam tubuhnya.
Perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi "bak mandi" yang digunakan untuk berendam badan ternyata akan memasukkan getaran-getaran yang berbeda-beda, yang bersumber pada air dan cahaya serta warna bak mandinya. Hal itu penting bagi industri Spa yang selalu menggunakan bak air untuk merendam tubuh, sebagai wahana utama untuk mencapai relaksasi penuh.

Berbagai jenis kosmetik telah berkembang pesat ke seluruh dunia, bahkan telah pula berkembang kosmetik-kosmetik etnis dan tradisional. Karena kosmetik erat kaitannya dengan warna, maka kosmetik merupakan wahana yang ampuh untuk menyebarkan informasi dan manfaat terapi warna. Terapi warna adalah informasi tentang penyembuhan gejala-gejala kehidupan yang kurang normal yang berada dalam tubuh melalui getaran warna.
Contohnya, bila seorang gadis atau ibu menggunakan warna eyes shadow biru, warna itu tidak hanya sekadar mempercantik wajah, tetapi juga mempengaruhi perasaan seorang gadis atau ibu tersebut. Terapi warna tidak selalu dapat menyembuhkan suatu gejala negatif, tetapi terapi warna mampu merubah suasana hati seseorang.

prinsip itu, Tony Gill dan Christine Bornster, ahli cakra dan warna, melakukan suatu tes sederhana di mana pasien diminta memejamkan mata mereka dan kemudian diminta untuk meraba tujuh helai kartu yang masing-masing berbeda warnanya. Salah satu helai kartu yang terasa paling hangat, itulah warna yang dapat menyalurkan energi yang paling berhubungan dengan jaringan organ tubuh yang perlu diaktifkan untuk penyembuhan stres. Bahkan, mereka telah berhasil memotret citra aura seorang pasien, dan mencetak hasilnya sehingga dapat terlihat warna-warna apa yang terbaik untuk kesembuhan dan penyembuhan energi seseorang.


FG Winarno Guru Besar Ilmu Pangan IPB

1 komentar:

Wahyu_R2 mengatakan...

Pak Hidayat Raharja, kebetulan sekali saya ini penderita penyakit buta warna. Kira-kira sudah adakah metode penyembuhannya? karena saya ingin sekali bisa melihat warna dengan benar.

Wahyu Qadarillah
Alumni SMANSA Sumenep.
http://moving-forw4rd.blogspot.com/